TAKEINFO – Warga wilayah Bekasi Utara, Medansatria, dan sebagian Bekasi Barat kini menghadapi krisis lahan pemakaman.
Seluruh TPU Perwira dan beberapa tanah wakaf masyarakat dilaporkan sudah penuh sejak dua tahun terakhir, memaksa warga memakamkan keluarga mereka hingga ke luar kota.
“Masyarakat berharap pemerintah menyiapkan TPU baru, semacam Perwira Dua, karena kondisi saat ini sangat mendesak,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa anggaran pembebasan lahan sebenarnya sudah dialokasikan oleh Pemkot Bekasi, namun realisasinya terhambat oleh proses administratif di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan).
“Pemerintah sudah siapkan dana, tapi lahan yang dituju belum siap secara administrasi. Ini harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Arif menambahkan, Disperkimtan saat ini tengah menelusuri beberapa opsi lahan baru di wilayah utara, namun sebagian masih menghadapi masalah legalitas dan sengketa kepemilikan.
Menurut data BPS, penduduk Kota Bekasi kini mencapai 2,5 juta jiwa, sementara luas rata-rata TPU hanya 1–2 hektare per lokasi.
Tanpa perluasan, kapasitas pemakaman diperkirakan tidak akan mencukupi dalam dua tahun ke depan.
“Ini soal kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harus hadir dengan solusi cepat, bukan menunggu krisis semakin parah,” ujar Arif.
