TAKEINFO – Warga Kota Bekasi dibuat bingung dengan dihentikannya program WiFi gratis yang sebelumnya tersedia di sekitar 1.000 titik. Program yang selama ini membantu pelajar dan masyarakat kurang mampu itu mendadak tak bisa diakses dan memicu keluhan di berbagai wilayah. Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Fendaby Surya Putra, mengungkapkan penghentian layanan ini terjadi karena pergeseran anggaran dalam APBD Perubahan.
“Waktu pembahasan APBD Perubahan, Diskominfo menyampaikan anggarannya sudah dinolkan dan dialihkan ke program lain,” ujar Fendaby Surya Putra, Rabu (19/11/2025).
Politisi Fraksi PKS ini menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi harus memberikan penjelasan yang terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan. Menurutnya, penghentian layanan tanpa sosialisasi yang jelas berpotensi menimbulkan keresahan di tengah warga yang selama ini sangat terbantu dengan keberadaan WiFi gratis.
“Kami minta Pemkot memperkuat sosialisasi. Warga yang terdampak atau ingin melanjutkan layanan ini secara mandiri perlu difasilitasi,” katanya.
Fendaby juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor utama. Dengan jumlah RW mencapai sekitar seribu dan kebutuhan anggaran sekitar Rp100 juta per RW, total anggaran yang dibutuhkan bisa menembus lebih dari Rp100 miliar. Kondisi itu membuat beberapa program lama, termasuk WiFi gratis dan hibah RT, harus dihentikan sementara.
Meski demikian, DPRD berharap program WiFi gratis dapat kembali dihidupkan jika kondisi keuangan daerah sudah memungkinkan. Fendaby menilai, program tersebut sangat penting terutama bagi pelajar dan masyarakat berpenghasilan rendah yang mengandalkan akses internet untuk kebutuhan pendidikan dan ekonomi.
“Program ini sangat membantu warga, terutama pelajar dan masyarakat kurang mampu. Semoga Pemkot bisa mempertimbangkannya lagi ketika kondisi keuangan daerah membaik,” pungkasnya.
(ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)
