Tinjau Kasus Bayi Salah Vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Anggota DPRD Kota Bekasi Chairun Nisa Minta Investigasi Menyeluruh

TAKEINFO – Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Chairun Nisa, langsung melakukan peninjauan ke Puskesmas Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, menyusul adanya kasus dugaan salah pemberian vaksin terhadap seorang bayi berusia sembilan bulan.

Dalam kunjungannya, Chairun Nisa bertemu langsung dengan Kepala Puskesmas Bintara Jaya untuk melakukan klarifikasi dan memastikan kronologi kejadian yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.

Bacaan Lainnya

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu menyatakan, langkah peninjauan dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

“Ya saya hadir ke Puskesmas melakukan crosscheck perihal kejadian tersebut, bagaimana penjelasan detail di lapangan sampai hal itu terjadi,” ujar Chairun Nisa.

Seperti diketahui, kasus tersebut bermula dari adanya dugaan kekeliruan seorang tenaga bidan di Puskesmas Bintara Jaya dalam memberikan vaksin kepada seorang bayi yang menjalani pelayanan imunisasi.

Berdasarkan hasil peninjauan dan penjelasan yang diterima dari pihak puskesmas, Chairun Nisa membenarkan bahwa insiden kesalahan pemberian vaksin tersebut memang terjadi.

“Ternyata setelah ditanyakan memang kejadian tersebut benar terjadi di lapangan, bahwasannya terdapat kekeliruan dalam penyuntikan vaksin ke pasien. Dan saat ini bidan tersebut telah ditarik dalam kewenangan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk dilakukan pembinaan,” katanya.

Chairun Nisa menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh tenaga kesehatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ketelitian dalam menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan sektor yang sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat, terlebih bagi anak-anak yang masih berada pada usia rentan.

“Hal ini menjadi titik penting agar seluruh petugas kesehatan senantiasa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena ini menyangkut nyawa manusia, menyangkut kesehatan seseorang, terlebih anak di usia dini yang tentu perlu menjadi perhatian,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang menimpa bayi berusia sembilan bulan tersebut dan meminta Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk melakukan investigasi secara menyeluruh serta mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sekali lagi saya merasa prihatin atas kejadian salah vaksin ini, terlebih pada bayi berumur sembilan bulan, dan meminta keseriusan Dinas Kesehatan untuk melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Chairun Nisa berharap, peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran penting bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Bekasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Saya berharap semoga hal ini menjadi pembelajaran yang mahal bagi pihak puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kota Bekasi agar jangan sampai terulang kembali pada masa yang akan datang,” pungkasnya.

Kasus salah pemberian vaksin di Puskesmas Bintara Jaya sendiri saat ini masih menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Bekasi, yang meminta agar proses evaluasi dan pembinaan dilakukan secara transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pemerintah. (ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *