TAKEINFO – Kisah ini bikin kita semua nelen ludah. Seorang ibu muda di Bekasi, inisial D (26), udah babak belur dihajar suami, ngelapor ke polisi sejak 10 Juni 2025, tapi… nihil respons. Dia udah visum, bukti lengkap. Tapi malah sepi kaya chat mantan.
Sampai akhirnya, dia telpon 112 bukan buat minta diselametin dari kebakaran. Tapi karena dia mau ngakhirin semuanya. Iya, seputus asa itu.
“Saya sudah lelah, kepala sakit, dan rasanya ingin menyerah,” ucap D lirih.
Untungnya, petugas Damkar Kota Bekasi gercep banget. Eko Budi dan tim langsung cuss ke lokasi. Pas sampai, mereka liat langsung luka-luka D—paha lebam, kepala memar, bahkan telinga keluar cairan. Tapi yang lebih ngilu, luka di hatinya. Dia merasa sendirian banget.
“Kami datang bukan cuma buat tanggap darurat, tapi juga buat dengerin dan nemenin dia,” kata Eko, sosok pahlawan pagi itu.
Sekarang, D mulai tenang. Dia nggak nyangka kalau penyelamatnya bukan dari lembaga hukum, tapi dari tim pemadam kebakaran.
“Kalau enggak lapor ke Damkar, saya enggak tahu harus ke mana,” ucapnya, sambil nangis tipis-tipis.
Bekasi, ini jadi pengingat keras: korban KDRT itu bukan data statistik. Mereka hidup, luka, dan butuh dilindungi. Jangan nunggu viral baru gerak.





