TAKEINFO – Nuryadi Darmawan, Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi, menyampaikan perlunya perhatian serius terhadap ketersediaan sekolah negeri di Bekasi Timur.
Dalam kegiatan Reses III Tahun 2025, ia menerima banyak aspirasi warga terkait sulitnya memperoleh akses pendidikan negeri akibat daya tampung sekolah yang terbatas.
“Warga menyampaikan bahwa pertumbuhan penduduk di Bekasi Timur semakin pesat, tetapi tidak diimbangi dengan fasilitas pendidikan negeri yang memadai,” kata Nuryadi, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan, ketimpangan antara pembangunan permukiman dan fasilitas pendidikan menjadi masalah yang terus berulang di kawasan tersebut.
Data Dinas Pendidikan mencatat, daya tampung SMP negeri di Bekasi Timur hanya mampu menampung sekitar 50 persen lulusan SD di wilayah yang sama.
“Masalah ini mencerminkan ketimpangan pembangunan antara sektor perumahan dan pendidikan,” ujarnya.
Sebagai anggota Badan Anggaran DPRD, Nuryadi memastikan persoalan ini akan masuk dalam prioritas pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD tahun depan.
“Kami akan dorong agar pemerintah menambah unit sekolah baru dan memaksimalkan lahan yang tersedia,” katanya.
Menurutnya, keterbatasan lahan tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda pemenuhan hak pendidikan warga. Ia mendorong kerja sama pemanfaatan lahan dengan swasta atau lembaga keagamaan agar pembangunan sekolah tetap bisa dilakukan.
“Pendidikan harus menjadi pondasi utama agar Kota Bekasi tumbuh bukan hanya besar, tapi juga berkeadilan,” tegasnya.
(ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)





