TAKEINFO – Anggota DPRD Kota Bekasi Siti Mukhliso menyatakan keprihatinannya atas insiden dugaan pengeroyokan yang dialami seorang pelajar berinisial MP (17) di kawasan Perumahan Bojong Menteng, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Bekasi Timur. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi alarm serius masih maraknya kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.
“Saya yang jelas, pastinya sangat menyesali, dan turut bersedih, turut prihatin ya dengan korban, karena pastinya saya merasakan bagaimana saya juga punya anak,” ujar Siti, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, kasus kekerasan terhadap pelajar harus menjadi perhatian semua pihak karena persoalan perundungan di Kota Bekasi masih kerap terjadi dan cenderung seperti fenomena gunung es. Ia menilai pemerintah kota sejatinya sudah cukup responsif, namun tetap diperlukan penguatan di lapangan.
“Persoalan ini pastinya juga menjadi perhatian, karena masalah bullying ini seperti gunung es. Saya sih memandang pertama, pemerintah kota sudah cukup responsif ya, terkait dengan masalah bullying,” katanya.
Sebagai anggota Komisi IV, Siti juga mendorong Dinas Pendidikan untuk memperkuat peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPKS) di setiap satuan pendidikan agar upaya pencegahan berjalan lebih optimal.
“Terus salah satunya adalah program satgas anti kekerasan di sekolah-sekolah, walau itu tetap perlu dievaluasi proaktivitasnya, dan segala macam itu perlu didorong lagi oleh pemerintah kota di sekolah-sekolah,” ucapnya.
Ia juga memberikan semangat kepada korban agar tidak larut dalam trauma dan tetap memiliki motivasi untuk bangkit kembali pascakejadian yang menimpanya.
“Semoga bisa semakin semangat, motivasi saya tetap besar hati, kemudian jangan mudah patah arang dengan hal-hal yang menjadi ujian,” pungkasnya.
(ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)





