TAKEINFO – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Ii Marlina, secara tegas mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk mengambil langkah preventif yang lebih masif dan konkret terkait lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 762 kasus HIV di Kota Bekasi, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 706 kasus. Tren mengkhawatirkan ini berlanjut hingga tahun 2026, di mana per Januari hingga Mei, Dinas Kesehatan telah mendeteksi 398 kasus baru dari 38.393 warga yang melakukan tes proaktif.
Ii Marlina menyoroti bahwa kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) menjadi penyumbang angka penularan yang sangat signifikan, yakni lebih dari 250 kasus pada tahun 2025. Menurutnya, pendekatan medis saja tidak cukup jika akar masalah di hulu tidak dituntaskan.
“Lonjakan kasus ini adalah alarm keras bagi kita semua. Pemkot Bekasi tidak boleh lagi menggunakan cara-cara biasa atau sekadar normatif. Harus ada langkah preventif yang progresif, nyata, dan menyentuh akar persoalan,” tegas Ii Marlina, Sabtu (27/6/2026).
Dalam keterangannya, Ii Marlina memaparkan tiga poin strategis yang harus segera dieksekusi oleh Pemkot Bekasi:
-
Edukasi Berbasis Nilai Moral: Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan didesak menggencarkan edukasi kesehatan reproduksi yang berbasis nilai moral, agama, dan ketahanan keluarga untuk membentengi generasi muda dari perilaku seks bebas dan menyimpang.
-
Intervensi Tegas Terhadap Aktivitas LSL: Mengingat tingginya sumbangan kasus dari kelompok LSL, Fraksi PKS meminta pengetatan pengawasan di ruang publik serta penguatan regulasi daerah yang melarang perilaku asusila dan penyimpangan seksual.
-
Rehabilitasi Komprehensif: Pemkot Bekasi perlu berkolaborasi dengan tokoh agama, psikolog, dan lembaga sosial untuk menyediakan wadah konseling serta rehabilitasi bagi kelompok berisiko agar dapat kembali ke gaya hidup yang sehat.
Lebih lanjut, Ii Marlina mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua, untuk memperkuat ketahanan keluarga. Ia menekankan bahwa keluarga adalah filter utama anak-anak dari pengaruh lingkungan negatif.
“Kita ingin Kota Bekasi menjadi kota yang sehat secara fisik, mental, dan moral. Fraksi PKS akan terus mengawal agar Pemkot Bekasi segera mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk program preventif ini demi menyelamatkan masa depan warga Kota Bekasi,” pungkasnya. (ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)
