Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Sebut Groundbreaking PSEL Bantargebang Ditargetkan Juli 2026

TAKEINFO – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang ditargetkan dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026.

Hal tersebut disampaikan Sardi saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas pengolahan sampah milik Wangneng Environment di China. Menurutnya, proyek PSEL Bantargebang yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) kini terus dipersiapkan untuk memasuki tahap konstruksi.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan informasi yang kami terima, groundbreaking direncanakan pada 8 atau 9 Juli 2026. Namun, pelaksanaannya masih menyesuaikan agenda kehadiran Presiden Republik Indonesia,” ujar Sardi.

Ia menjelaskan, kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda groundbreaking menjadi bagian penting mengingat proyek PSEL Bantargebang merupakan salah satu program strategis dalam pengembangan pengelolaan sampah dan energi terbarukan di Indonesia.

Menurut Sardi, percepatan pembangunan PSEL menjadi kebutuhan mendesak bagi Kota Bekasi yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah perkotaan.

“Kami berharap proyek ini dapat segera direalisasikan karena masyarakat membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan,” katanya.

Selama berada di China, Sardi bersama rombongan meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah milik Wangneng Environment yang telah beroperasi menggunakan teknologi waste-to-energy. Salah satu fasilitas yang dikunjungi memiliki kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari.

Ia menjelaskan, teknologi tersebut memanfaatkan proses pembakaran sampah untuk menghasilkan energi listrik. Sampah yang diproses menghasilkan panas yang kemudian digunakan untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi guna memutar turbin pembangkit.

Selain itu, seluruh operasional fasilitas dikendalikan melalui sistem digital yang memungkinkan pengawasan dilakukan secara real time melalui ruang kendali atau control room.

“Dari dashboard yang kami lihat langsung, seluruh proses operasional dikendalikan secara digital dan terintegrasi. Ini menunjukkan bahwa pengolahan sampah modern benar-benar mengandalkan teknologi,” ujarnya.

Sardi menambahkan, teknologi yang diterapkan di fasilitas Wangneng akan menjadi referensi utama dalam pembangunan PSEL Bantargebang. Pembangkit tersebut dirancang mampu menghasilkan sekitar 15 megawatt (MW) listrik dari pengolahan sampah.

“Kami sudah melihat implementasinya secara langsung. Memang luas lahan di Kota Bekasi sekitar enam hektare, tetapi teknologi yang digunakan tidak jauh berbeda. Ini membuat kami semakin optimistis,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan PSEL Bantargebang tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga mendukung pengembangan energi terbarukan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Melalui proyek ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. (ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *